Kamis, 06 Oktober 2011

FID-DUNYA HASANAH WAFIL-AKHIRATI HASANAH

Kepentingan pembangunan–seperti juga pada jaman revolusi, yaitu kepentingan revolusi–ternyata tidak hanya memerlukan dalil aqli, tapi juga dalil naqli. Apalagi jika masyarakat menjadi subyek–atau obyek–pembangunan justru “kaum beragama”.

Apabila pembangunan itu menitikberatkan pada pembangunan material (kepentingan duniawi), meski konon tujuannya material dan spiritual (kepentingan akhirat), maka perlu dicarikan dalil-dalil tentang pentingnya materi. Minimal pentingnya menjaga “keseimbangan” antara keduanya (material bagi kehidupan dunia dan spiritual bagi kehidupan akhirat).

Maka, dalil-dalil tentang mencari–atau setidak-tidaknya tentang peringatan untuk tidak melupakan–kesejahteraan dunia, pun perlu “digali” untuk digalakkan sosialisasinya.

Tak jarang semangat ingin berpartisipasi dalam pembangunan material-- yang menjadi titik berat pembangunan– ini mendorong para dai dan kyai justru melupakan kepentingan spiritual bagi kebahagiaan akhirat. Atau, setidaknya, kurang proporsional dalam melihat kedua kepentingan itu.

Ketika berbicara tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan duniawi dan ukhrawi, biasanya para dai tidak cukup menyitir doa sapu jagat saja: Rabbanaa aatinaa fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah. Biasanya, mereka juga tak lupa membawakan Hadist popular ini: I'mal lidunyaaka kaannaka ta'iesyu abadan wa'mal liakhiratika kaannaka tamuutu ghadan, yang galibnya berarti “Beramallah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup abadi dan beramallah kamu untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok pagi”. Kadang-kadang, dirangkaikan pula dengan firman Allah dalam Surat al-Qashash (28), ayat 77:“Wabtaghi fiimaa aataakallahu 'd-daaral aakhirata walaa tansanashiebaka min ad-dunya....” yang menurut terjemahan Depag diartikan,“Dan carikan pada apa yang dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dari (kenikmatan) duniawi…”.




 

Umumnya orang–sebagaimana para dainya–segera memahami dalil-dalil tersebut sebagai anjuran untuk giat bekerja demi kesejahteraan di dunia dan giat beramal demi kebahagiaan di akhirat.

Kita yang umumnya–tak usah dianjurkan pun–sudah senang “beramal” untuk kesejahteraan duniawi, mendengarkan dalil-dalil ini rasanya seperti mendapat pembenar, bahkan pemacu kita untuk lebih giat lagi bekerja demi kebahagiaan duniawi kita.

Lihat dan hitunglah jam-jam kesibukan kita. Berapa persen yang untuk dunia dan berapa persen untuk yang akhirat kita? Begitu semangat–bahkan mati-matian–kita dalam bekerja untuk dunia kita, hingga kelihatan sekali kita memang beranggapan bahwa kita akan hidup abadi di dunia ini.

Kita bisa saja berdalih bahwa jadwal kegiatan kita sehari-hari yang tampak didominasi kerja-kerja duniawi, sebenarnya juga dalam rangka mencari kebahagiaan ukhrawi. Bukankah perbuatan orang tergantung pada niatnya, “Innamal a'maalu binniyyaat wa likullimri-in maa nawaa.” Tapi, kita tentu tidak bisa berdusta kepada diri kita sendiri. Amal perbuatan kita pun menunjukkan belaka akan niat kita yang sebenarnya.

Padahal, meski awal ayat 77 Surat sl-Qashash tersebut mengandung “peringatan” agar jangan melupakan (kenikmatan) dunia, “peringatan” itu jelas dalam konteks perintah untuk mencari kebahagiaan akhirat. Seolah-olah Allah– wallahu a'lam– “sekadar” memperingatkan, supaya dalam mencari kebahagiaan akhirat janganlah lalu kenikmatan duniawi yang juga merupakan anugerah-Nya ditinggalkan. (Bahkan, menurut tafsir Ibn Abbas,“Walaa tansa nasiibaka min ad-dunya” diartikan “Janganlah kamu tinggalkan bagianmu dari akhirat karena bagianmu dari dunia”).

Juga dalil I'mal lidunyaaka… --seandainya pun benar merupakan Hadist shahih–mengapa tidak dipahami, misalnya,“Beramallah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup abadi.” Nah, karena kamu akan hidup abadi, jadi tak usah ngongso dan ngoyo, tak perlu ngotot. Sebaliknya, untuk akhiratmu, karena kamu akan mati besok pagi, bergegaslah. Dengan pemahaman seperti ini, kiranya logika hikmahnya lebih kena.

Sehubungan dengan itu, ketika kita mengulang-ulang doa,“Rabbanaa aatina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah,” bukankah kita memang sedang mengharapkan kebahagiaan (secara materiil) di dunia dan kebahagiaan (surga) di akhirat, tanpa mengusut lebih lanjut, apakah memang demikian arti sebenarnya dari hasanah, khususnya hasanah fid-dunya itu?

Pendek kata, jika tak mau mengartikan dalil-dalil tersebut sebagai anjuran berorientasi pada akhirat, bukankah tidak lebih baik kita mengartikan saja itu sebagai anjuran untuk memandang dunia dan akhirat secara proporsional (berimbang yang tidak mesti seimbang).

Memang, repotnya, kini kita sepertinya sudah terbiasa berkepentingan dulu sebelum melihat dalil, dan bukan sebaliknya.
Wallahu a'lam.

Oleh: A. Mustofa Bisri

Rabu, 05 Oktober 2011

luh mahfuz

Aku BELUM tentu akan menikahi orang yang aku cintai tapi aku akan MENCINTAI orang yang aku NIKAHI..semoga diriku bakal menjadi PENYEJUK MATA kepada seorang WANITA yang BAIK suatu ketika nanti..insyaAllah..ღ¸.•´¯)♥

Jodohku masih JAUH..andainya dirimu adalah jodohku yang tertulis di Luh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa KASIH dalam hatiku juga hatimu. Itu JANJI Allah..

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan IKATAN yang SAH, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu kerana kita masih tidak mempunyai HAK untuk membuat begitu.

Selasa, 04 Oktober 2011

Doa Arwah dan Doa Selamat

DO’A ARWAH


ILA HADRATIN NABIYIL MUSTAFA RASULULLAHI SAW WA ALA ALIHI WASOHBIHI WAZURIYATIHI SAI UL LILLAHUMUL. ( AL – FATIHAH )

SUMMA ILA ARWAH MIN JAMI’IL AHLIL KUBUR MINAL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT WALMUKMINI NA WAL MUKMINAT KHUSUSAN ILA ARWAH MIN UMAT MUHAMMAD ( Sebut nama Arwahnya beserta Binti ) SAIUL LILLAHUMUL ( AL – FATIHAH )

1. AL- FATIHAH
2. AL – IKHLAS ( 3 X )
3. AL- FALAG
4. AN- NAAS
5. AL- FATIHAH
6. ALIF LAM MIM

ALLAHUMMA SALLI WA SALIM ALA SAIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAIDINA MUHAMMAD SAIDIL AWALIN WAL AKHIRIN SALLIM WASSALLIM WARODIYAALLAHU TABAROKA WATA ALA ANKULLI SOHABATINA RASULILLAHI AJAMAIN.

BISMILLAHIRRAHMANIRROHIM
ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN. HAMDAN SAKIRIN WAYUKAFI MAZIDAH. YA RABBANA LAKALHAMDU KAMA YANBAGHI LIJALALI WAJHIKAL KARIMI AZIMI SULTHONIK. ALLAHUMMA SALLI ALA SAIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAIDINA MUHAMMAD. SOLATAN TUN JINA BIHA MIN JAMI’IL AHWALI WAL AFAT, WATAQDILANA BIHA MIN JAMI’IL HAJAT WATUTAHHIRUNA BIHA MIN JAMI’IL SAI’ AT, WATARFA UNA BIHA INDAKA A’LADDARAJAT, WATUBALLGHUNA BIHA AQSOL KHOIRAT MIN JAMI’IL KHOIRAT FIL HAYATI WABA’ DAL MAMAT. WA ALA ALIHI WASOHBIHI


TASLIMAN KASIRA BIRAHMATIKA YA ARRAHAMARROHIMIN.

DO’A ARWAH
ALLAHUMMA QARAKNA WAMA HALALNA HADIYATAL LIRUHI MUSTAFA RASULULLLAHI SAW WASAWABAM MISLASAWABI ZALIKA LI ARWAHI ANBIYA IWAL MURSALIN. WASAWABAM MISLASAWABI ZALIKA LI ARWAHI ASHABI RASULILLAHI AJMA’IN, WASAWABAM MISLASAWABI ZALIKA LI ARWAHI MIN IBADIKAS SHOLIHIN, WASAWABAM MISLASAWABI ZALIKA LI ARWAHI HAZIHIL AHLIL KUBUR ………………… MINAL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT WALMUKMINI NA WAL MUKMINAT WARHAMHUM MIN KASSALIMA. BIRAHMATIKA YA ARRAHAMARROHIMIN.

ALLAHUMMA FIRLAHA WARHAMHA WA’AFIHI WA’ FU ANHA WAJANNATA MA’A SIWAHA
ALLAHUMMA FIRLAHU WARHAMHU WA’AFIHI WA’ FU ANHU WAJANNATA MA’A SIWAHU

ALLAHUMMA FIRLAHUM WARHAMHUM WA’AFIHI WA’ FU ANHUM WAJANNATA WASIWAHUM
RABBANA FIRLANA WALI IKHWA NINAL LAZI NA SABAQUNABIL IMAN WALA TAJ ‘AL FI QULUBINA KHILAL LAZI NA AMANU RABBANA INNAKA RO UFURROHIM.

ALLAHUMMA FIRLI ZUNUBI WALIWALI DAIYA WARHAMHUMA KAMA RABBAYANI SAGHIRO. WALI JAMI’IL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT WALMUKMINI NA WAL MUKMINAT. BIRAHMATIKA YA ARRAHAMARROHIMIN.

YA AI YA TUHAN NAFSUL MUTMAINNAH, IRJI’I ILA RABBIKI MARDIYATAM MARDIYAH FADKHULI FI IBADI WAD KHULI JANNATI.

RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIRATI HASANAH WAQINA AZABANNAR.


WASALLAHUALA SAIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAIDINA MUHAMMMAD

SUBHANA RABBIKA RABBIL IZZATI AMMA YASIFUN WASSALAMUN ALAL MURSALIN WAL HAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN ( AL – FATIHAH )

DO’A KEDUA

AMIN, AMIN, AMIN YA ALLAH ( 3 X ) YA RAHMAN ( 3 X ) YA RAHIM ( 3 X )YA ARHAMARROHIMIN.

ALLAHUMMA RABBANA TAQABBAL MINNA INNAKA ANTAS SAMI ‘UL ALIM WAMINZURRIYATINA UMMATAN MUSLIMATALAK WA ARINA MANA SIKANA WATUB ALAINA INNAKA ANTAT TAUWABURRAHIM.

WASALLAHUALA SAIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAIDINA MUHAMMMAD.

DA’ WA HUMFIHA SUBHANAKALLAHUMMA WATAH YATUHUM FIHA SALAM WA AKHIRU DA’ WA HUM ANIL HAMDULILLAHIRABBIL ALAMIN.

DO’A SELAMAT

ILA HADRATIN NABIYIL MUSTAFA RASULULLAHI SAW WA ALA ALIHI WASOHBIHI WAZURIYATIHI SAI UL LILLAHUMUL. ( AL – FATIHAH )

SELAMAT

SUMMA ILA HAJAT AHLIL BAIT ( AL – FATIHAH )

1. AL- FATIHAH
2. AL – IKHLAS
3. AL- FALAG
4. AN- NAAS
5. AL- FATIHAH
6. ALIF LAM MIM


ALLAHUMMA SALLI WA SALIM ALA SAIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAIDINA MUHAMMAD SAIDIL AWALIN WAL AKHIRIN SALLIM WASSALLIM WARODIYAALLAHU TABAROKA WATA ALA ANKULLI SOHABATINA RASULILLAHI AJAMAIN.

BISMILLAHIRRAHMANIRROHIM

ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN. HAMDAN SAKIRIN WAYUKAFI MAZIDAH. YA RABBANA LAKALHAMDU KAMA YANBAGHI LIJALALI WAJHIKAL KARIMI AZIMI SULTHONIK. ALLAHUMMA SALLI ALA SAIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAIDINA MUHAMMAD. SOLATAN TUN JINA BIHA MIN JAMI’IL AHWALIL WAL AFAT, WATAQDILANA BIHA MIN JAMI’IL HAJAT WATUTAHHIRUNA BIHA MIN JAMI’IL SAI’ AT, WATARFA UNA BIHA INDAKA A’LADDARAJAT, WATUBALLGHUNA BIHA AQSOL KHOIRAT MIN JAMI’IL KAHOIRAT FIL HAYATI WABA’ DAL MAMAT. WA ALA ALIHI WASOHBIHI TASLIMAN KASIRA BIRAHMATIKA YA ARRAHAMARROHIMIN.

DO’A SELAMAT

ALLAHUMMA INNA NAS ALUKA SALAMATAN FIDDINA WA AFIYATAN FIL JASADINA WAZIYADATAN FIL ILMINA WABARAKATAN FI RIZKINA WATAUBATAN QABLAL

MAUT WARAHMATAN INDALMAUT, WAMAGH FIRATAN BA’DAL MAUT. ALLAHUMMA HAUWIN ALAINA FISAKARATIL MAUT. WANNA JATA MINANNARI WAL AFWA INDAL HISAB.

RABBANA ZOLAMNA ANFUSANA WA ILLAM TAGHFIRLANA WATARHAMNA LANAKUNNA MINAL KHOSIRIN. BIRAHMATIKA YA ARRAHAMARROHIMIN

ALLAHUMMAF TAHLANA ABWABAL BAROKAT, WA ABWABAL NIKMAT, WA ABWABAL RIQKI, WA ABWABAL KUAT, WA ABWABAL SIHAT, WA ABWABAL SALAMAT, WA ABWABAL AFIAT, WA ABWABAL JANNAH.
ALLAHUMMA FIRLI ZUNUBI WALIWALI DAIYA WARHAMHUMA KAMA RABBAYANI SAGHIRO. WALI JAMI’IL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT WALMUKMINI NA WAL MUKMINAT. BIRAHMATIKA YA ARRAHAMARROHIMIN.

RABBANA FIRLANA WALI IKHWA NINAL LAZI NA SABAQUNABIL IMAN WALA TAJ ‘AL FI QULUBINA KHILAL LAZI NA AMANU RABBANA INNAKA RO UFURROHIM.

RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIRATI HASANAH WAQINA AZABANNAR.

WASALLAHUALA SAIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAIDINA MUHAMMMAD

SUBHANA RABBIKA RABBIL IZZATI AMMA YASIFUN WASSALAMUN ALAL MURSALIN WAL HAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN ( AL – FATIHAH )

DO’A KEDUA

AMIN, AMIN, AMIN YA ALLAH ( 3 X ) YA RAHMAN ( 3 X ) YA RAHIM ( 3 X )YA ARHAMARROHIMIN.

ALLAHUMMA BIHAQIL FATIHAH WASIRIL FATIHAH YA FARIJAL GHAM YA KASIFAL GHAM YA MAN LI IBADIHI

YAGHFIRU WAYADA FI’A BALA YA ALLAH WAYADA FI’A BALA YA RAHMAN WAYADA FI’A BALA YA RAHIM

ALLAHUMMA RABBANA TAQABBAL MINNA INNAKA ANTAS SAMI ‘UL ALIM WAMINZURRIYATINA UMMATAN MUSLIMATALAK WA ARINA MANA SIKANA WATUB ALAINA INNAKA ANTAT TAUWABURRAHIM.

WASALLAHUALA SAIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAIDINA MUHAMMMAD.
DA’ WA HUMFIHA SUBHANAKALLAHUMMA WATAH YATUHUM FIHA SALAM WA AKHIRU DA’ WA HUM ANIL HAMDULILLAHIRABBIL ALAMIN